Dua dapur – tanpa kebingungan

Maret 26DapurGaya Hidup, Desain
Seorang wanita mengenakan blus putih bersandar pada dapur model pulau
Eva Fischer adalah seorang bloger, penata makanan dan fotografer, serta memiliki sesuatu yang tidak dimiliki kebanyakan orang di Austria: dua dapur. Dalam wawancara ini, dia memberikan wawasan tentang dua "kepribadian memasak" dan menjelaskan bagaimana dia mengatur kedua dapurnya agar tetap rapi. 

Blum Inspirations: Eva, kamu baru saja merenovasi dapur studio dan dapur pribadimu. Pertama, harus diakui bahwa memiliki dua dapur di Austria adalah hal yang cukup tidak biasa – bagaimana bisa begitu?

Eva Fischer:Saya tahu ini terdengar mewah bagi sebagian orang, tetapi dapur kedua saya – dapur studio – pada dasarnya adalah tempat kerja bagi saya. Sebagai seorang fotografer, memiliki area terpisah untuk menyiapkan dan menata makanan sebelum difoto sangat penting bagi saya, sama seperti seseorang yang menyiapkan kantor karena mereka bekerja dari rumah. Saya menganggapnya sebagai pemisah yang jelas antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional saya.

Dapur pribadi Eva...

...dan dapur studionya

Blum Inspirations: Tapi bukankah dapur hanyalah dapur?

Eva Fischer: Meskipun terdengar aneh, sebenarnya tidak. Cara saya bekerja di dapur studio sangat berbeda dengan cara saya memasak di dapur pribadi; di studio, intinya adalah menyelesaikan tugas dengan cepat dan efisien. Saya juga menggunakan peralatan dan bahan yang berbeda.

Sedangkan di dapur pribadi, saya ingin merasa santai saat memasak. Dapur saya adalah ruang di mana saya bisa menyiapkan makanan untuk teman, keluarga, dan diri saya sendiri di waktu luang, dan karena pasangan saya juga senang membantu, maka dapurnya juga harus sesuai dengan kebutuhannya. 

Perbedaan kebutuhan ini tercermin dalam tata letak dan desain kedua dapur. 

Blum Inspirations: Berbicara tentang desain – sebagai seorang penata makanan, seberapa penting tampilan dapur bagi Anda?

Eva Fischer:Sangat penting. Saya suka hal-hal yang estetis dan sangat tertarik dalam desain interior, jadi tentu saja saya mewujudkan ketertarikan ini ke dapur saya, yang saya desain bersama desainer interior Anna Wieser dan Armellini Design. Karena saya memiliki dua profil kebutuhan yang sangat berbeda untuk dapur saya, maka keduanya didasarkan pada dua konsep yang berbeda. 

Di dapur pribadi saya, model island menjadi pusat perhatian. Kami menerapkan sedikit trik visual yang cerdik di sini — sisi yang menghadap ruang tamu diberi sentuhan warna lembut, sementara sisi satunya diberi warna merah mencolok agar dapur langsung menarik perhatian saat Anda masuk. 

Hal ini sangat kontras dengan konsep warna di dapur studio, yang menggunakan warna hijau limau yang menenangkan dan perpaduan ubin putih matte dan glossy. Pendekatan kami di sini adalah memastikan dapur juga bisa berfungsi sebagai latar belakang untuk foto saya, yang saya gunakan di platform media sosial seperti Instagram. Karena itu, kami memilih furnitur berwarna terang, meja kerja sederhana dan cahaya alami, semuanya berpadu untuk membuat hidangan tampak menonjol dalam foto.

Sebuah model island dengan bagian depan berwarna merah
Konsep desain untuk dapur pribadiBerkat warna-warna yang tajam dan aksen desain yang jelas, dapur Eva menjadi titik fokus ruang tamu/ruang makan.
Area duduk dengan kursi bar di dapur model island
Meja makan kayu, lukisan berwarna-warni di latar belakang, dapur model island dan kursi berlengan warna oranye
Perbedaan kebutuhan untuk masing-masing dapur tercermin dalam tata letak dan desainnya.Eva Fischer
Rak dengan meja dan kabinet berwarna hijau pada bagian depan
Kabinet atas dengan pintu kaca dan dinding dapur berlapis ubin
Sepiring sayuran di depan vas putih dan sink
Konsep desain untuk dapur studioDengan warna-warna yang kalem dan lembut, dapur studio menjadi latar belakang yang sempurna untuk menampilkan hidangan Eva agar terlihat mewah. 

Blum Inspirations: Memang kedengarannya sulit untuk mengelola dua dapur sekaligus, jadi bagaimana Anda menjaga semuanya tetap tertata? 

Eva Fischer:Dapur saya hampir semuanya lengkap, meskipun saya hanya membeli peralatan yang lebih mahal sekali, jadi peralatan tersebut berada di salah satu dapur saya, tergantung di mana peralatan tersebut paling sering dibutuhkan. Koordinasi warna juga membantu menjaga barang tetap tertata: Misalnya, saya langsung tahu bahwa alat pengolah makanan berwarna merah seharusnya berada di dapur pribadi berwarna merah. 

Segala sesuatu di dapur tertata rapi, bumbu diletakkan di dekat kompor dan peralatan makan di dekat pencuci piring, dan saya menggunakan sistem sekat bagian dalam yang praktis di dalam laci agar tidak kebingungan. Intinya, hal ini sangat membantu – tidak seperti dulu – sekarang kami selalu mempertimbangkan proses memasak saat menentukan tempat yang tepat untuk menyimpan barang-barang. 

Blum Inspirations: Bukankah itu yang terjadi di dapur Anda sebelumnya?

Eva Fischer:Sayangnya, hal itu tidak selalu memungkinkan karena saya tidak punya ruang. Tata letak kabinet tidak dipikirkan dengan baik sehingga berantakan, dan barang-barang yang tidak muat harus diletakkan di atas meja kerja atau bahkan disimpan di luar dapur, sehingga memakan ruang di tempat lain. Segalanya menjadi lebih cepat dan mudah ketika semuanya tertata seperti sekarang karena saya bisa langsung menemukan apa yang saya butuhkan, hal ini membuat memasak jauh lebih menyenangkan!

Dulu dua dapur saya berada di dua gedung yang berbeda juga membuat segalanya jadi lebih sulit. Sekarang, saya hanya perlu berjalan ke ruangan sebelah ketika saya membutuhkan sesuatu dari dapur yang satunya, seperti properti untuk pengambilan foto. Misalnya, saya punya koleksi keramik buatan tangan yang indah, yang biasanya saya pajang di rak dapur pribadi, tetapi kadang saya gunakan untuk pengambilan foto.

Seorang wanita duduk dengan memegang buku dan cangkir di depan rak berisi mesin kopi

Eva menyimpan semua yang dibutuhkan untuk menikmati kopi dengan santai di bar kopi terpisah, bersama sebagian koleksi keramiknya.

Blum Inspirations: Apa yang menurut Anda pribadi menjadi hal yang paling menarik di dapur Anda?

Eva Fischer: Saya sangat suka laci bumbu saya, jauh lebih bagus dari sebelumnya. Saya menggunakan rak bumbu dari Blum di kedua dapur saya, jadi sekarang semuanya tertata rapi dan jelas, yang memberikan perubahan besar pada dapur saya. Saya selalu ingin memamerkan laci ini saat memperlihatkan dapur baru saya kepada teman-teman. Saya juga sangat suka tempat pisaunya, yang membuat semua pisau tersimpan dengan aman tapi tetap mudah dijangkau. Dispenser film benar-benar mengubah dapur saya, seperti yang bisa Anda bayangkan. Saya juga benar-benar jatuh cinta pada tarikan botol di dapur studio – bahkan saya memasang dua tarikan di sini: satu untuk minyak dan cuka, dan satu lagi untuk botol anggur dan minuman lain yang sering saya butuhkan untuk pengambilan foto.

Seorang wanita mengambil stoples bumbu dari dalam laci

Eva selalu antusias mencoba hal-hal baru, itulah sebabnya koki yang penuh semangat ini selalu melengkapi isi laci bumbunya. Dengan rak bumbu praktis dari AMBIA-LINE, semuanya tertata rapi.

Seorang wanita mengambil pisau dari tempat pisau di dalam laci

Tempat pisau yang praktis memudahkan Eva menjangkau pisaunya saat memasak – dan setelah selesai, semua kembali ke dalam laci sehingga meja kerja tetap rapi.

Seorang wanita memotong selembar film dengan dispenser film/foil AMBIA-LINE

Dengan dispenser film, tak perlu lagi repot mencari ujung gulungan film dan Eva bisa langsung kembali memasak dan memotret hidangan.

Seorang wanita mengambil sebotol anggur dari tarikan

Botol-botol anggur untuk pemotretan hidangan Eva tersimpan rapi di tarikan botol dan mudah dijangkau.

Blum Inspirations: Sebelum Anda mendesain dapur, Anda melakukan "uji coba dapur" di showroom Blum di Dornbirn. Bagaimana pendapat Anda? 

Eva Fischer:Kunjungan saya ke showroom tersebut sangat mengesankan karena benar-benar menunjukkan betapa praktisnya sebuah dapur bisa didesain. Saat mendesain dapur, saya rasa kebanyakan orang lebih fokus pada aspek estetika daripada penempatan barang-barangnya. Padahal, penggunaan dapur yang praktis seharusnya menjadi faktor utama.

Seorang wanita menata buah pir di atas meja di depan kamera

Tentang Eva Fischer

Eva Fischer adalah seorang penulis buku masak asal Austria sekaligus ahli penataan makanan dan fotografi makanan. Dia mengelola blog“foodtastic”,untuk membagikan konten khusus resep makanan sehat dan bebas gluten namun tetap nikmat. Dalam buku terbarunya, Eva menggunakan pendekatan kreatif terhadap masakan tradisional Vorarlberg. Eva tinggal bersama pasangan dan orang tuanya di sebuah rumah multi-generasi di Dornbirn, tempat dia membangun dapur studionya sendiri selain dapur pribadinya. 

Seorang wanita duduk di meja sambil berbincang

Sebuah perjalanan menelusuri kuliner Vorarlberg 

Jika Anda ingin mencoba lebih banyak, Eva telah menyiapkan resep klasik lainnya dari Vorarlberg: Bierakratzat. Bierakratzat adalah versi buah-buahan dari “Kaiserschmarren” khas Wina, yang berasal dari daerah Vorarlberg. Hidangan ini dibuat dengan buah pir, dan direkomendasikan sebagai hidangan penutup. Anda bisa mendapatkan lebih banyak resep seperti ini dalam buku masak Eva yang berjudul "Vorarlberger Küche". 

Sepiring hidangan "Bierakratzat" dan piring kecil berisi buah pir hijau

Bierakratzat adalah resep tradisional dari Vorarlberg

Sekilas tentang wawancara:

  • Eva Fischer memiliki dapur pribadi dan dapur studio, yang berfungsi sebagai "kantor rumah".

  • Perbedaan kebutuhan ini tercermin dalam tata letak dan desain kedua dapur.

  • Alur kerja dipertimbangkan di setiap dapur, dengan menempatkan semua barang tepat di tempat di mana barang tersebut dibutuhkan.

  • Sistem sekat bagian dalam yang praktis mencegah agar laci tidak berantakan,

  • sementara alat-alat kecil seperti rak bumbu dan dispenser film mempermudah pekerjaan di dapur.

  • Tarikan untuk botol memudahkan untuk menjangkau minyak dan cuka. 

Punya pertanyaan atau ide yang ingin Anda bagikan?

Kami ingin mendengar pendapat Anda!
Prilla Yohana
Ke formulir kontak